"Saya sudah suruh segera (dibahas), biar saya tahu. Kalau ditanya tentang enam ruas jalan tol, saya enggak pernah tahu," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (5/12/2012) malam.
Jokowi mengatakan, pertemuan itu akan digelar pekan ini dengan turut mengundang Kementerian Pekerjaan Umum dan badan pengelola pembangunan jalan tol. Selama ini, Jokowi masih belum menentukan sikap terkait proyek yang telah dicanangkan sejak mantan Gubernur DKI, Sutiyoso tersebut. Jika ditanya terkait proyek ini, Jokowi selalu mengatakan pro terhadap transportasi massal.
Jokowi berpendapat, keberadaan jalan tol dalam kota akan memicu warga untuk semakin berbondong-bondong membeli kendaraan pribadi. Namun, Jokowi juga enggan apabila dikatakan ia menolak enam ruas tol dalam kota karena ia belum pernah mendapatkan presentasi proyek tersebut.
"Tolnya dipakai untuk apa juga saya belum tahu, banyak hal yang saya belum mengerti dan saya harus tahu. Saya ngomong apa adanya, kalau tahu saya jawab," kata Jokowi.
Pembangunan enam ruas jalan tol dibagi menjadi empat tahap yang rencananya selesai pada 2022. Tahap pertama berupa pembangunan ruas Semanan-Sunter sepanjang 17,88 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan koridor Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer senilai Rp 7,37 triliun. Total anggaran yang dibutuhkan untuk tahap pertama mencapai Rp17,1 triliun.
Pada tahap kedua, akan dibangun jalan tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer senilai Rp 6,95 triliun. Total pengerjaan tahap kedua dengan nilai investasi Rp 12,91 triliun.
Tahap ketiga mencakup koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,27 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Yang terakhir berupa jalan tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar (JORR) milik PT Jasa Marga Tbk, tetapi tarifnya akan terpisah dengan tol JORR.
Pembangunan enam ruas jalan tol ini sudah digagas sejak 2007 di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI, Fauzi Bowo dan sudah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Fauzi Bowo berencana memulai pembangunan proyek ini pada tahun 2013 dengan perkiraan biaya Rp 40 triliun. Jakarta Tollroad Development (JTD) selaku konsorsium dari PT Jakarta Propertindo, Pembangunan Jaya Group, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) akan menjadi pemrakarsa pembangunan enam ruas jalan tol ini. Proyek ini digagas untuk melayani bus rapid transit dengan dilengkapi fasilitas halte bus pada lokasi-lokasi transit dengan moda transportasi lain.
Bisnis Online Trading dan dapatkan education gratis tanpa bayar.... Silahkan Copypaste link dibawah ini : Broker Forex Mini Account : mysmartfx







